Jabar60detik.com, Garut – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dimaknai sebagai ajakan untuk bangkit bersama menghadapi tantangan sosial dan ekonomi masyarakat. Semangat tersebut juga digaungkan oleh Ketua TIM PKH Sucinaraja, M. Rahmat, S.Pd.I., M.Si., dalam upaya mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurut Rahmat, kebangkitan nasional tidak hanya dimaknai dalam konteks sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi energi perubahan sosial di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

“Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi motivasi bagi seluruh KPM untuk terus bergerak maju. Graduasi bukan sekadar keluar dari bantuan sosial, tetapi simbol keberhasilan keluarga dalam membangun kemandirian ekonomi dan sosial,” ujar M. Rahmat, Rabu (20/5/2026).
Ia menegaskan, pendamping PKH memiliki peran penting dalam membangun pola pikir optimistis dan semangat perubahan di tengah masyarakat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, KPM didorong agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Rahmat juga menyebutkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, kebangkitan bangsa dimulai dari keluarga yang kuat dan mandiri.
“Bangsa yang besar lahir dari masyarakat yang mau bangkit dari keterbatasan. Kami ingin Harkitnas ini menjadi momentum perubahan, bahwa keluarga penerima manfaat juga mampu menjadi keluarga mandiri, sejahtera, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Dalam peringatan Harkitnas ke-118 ini, TIM PKH Sucinaraja turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan anak, serta menanamkan semangat kerja keras dan pantang menyerah.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini menjadi refleksi bahwa kebangkitan Indonesia tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk terus belajar, berdaya, dan mandiri demi masa depan yang lebih baik.
Reporter : Firah Rahmawati
Editor : Abie














