GARUT, JABAR 60 DETIK — Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Islam (Persis) Kecamatan Karangtengah menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VI bersama Musyawarah Cabang Pemudi Persis ke-II pada Minggu (14/6/2026) di Aula Pesantren Persis Darusyifa, Karangtengah, Kabupaten Garut.
Mengusung tema “Kokohkan Jam’iyah, Wujudkan Ukhuwah Menuju Persis dan Pemudi yang Maju dan Bermutu”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta merumuskan arah perjuangan dakwah Persis dan Pemudi Persis Karangtengah untuk masa khidmat berikutnya.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus Daerah Persis Kabupaten Garut, Pengurus Daerah Pemudi Persis Kabupaten Garut, unsur Organisasi Otonom SII Karangtengah, Ketua MUI Kecamatan Karangtengah, perwakilan Pimpinan Cabang Persis terdekat, para tokoh masyarakat, kader, dan simpatisan Persis dari berbagai wilayah di Karangtengah.
Ketua Pelaksana Muscab, Al Usatdz Nanang Nurdin, S.Pd.I, menyampaikan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang evaluasi dan perencanaan strategis untuk memperkuat peran Persis dalam menjawab tantangan zaman.
“Muscab ini menjadi sarana untuk memperkuat komitmen dakwah, mempererat ukhuwah, serta melahirkan gagasan-gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan umat. Kami berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif demi kemajuan jam’iyah dan keberlanjutan perjuangan Persis di Karangtengah,” ujarnya.

Menurut Nanang, tantangan dakwah di era digital dan disrupsi sosial menuntut organisasi Islam untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan identitas dan prinsip perjuangannya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Persis Kabupaten Garut, Al Ustadz Dr. H. Gun Gun Abdul Basit, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemajuan organisasi hanya dapat diwujudkan apabila seluruh kader menjaga lima pilar utama perjuangan.
“Kita harus memiliki rasa syukur atas nikmat perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu. Kita harus solid dalam barisan, solider terhadap sesama kader, membangun sinergitas dengan berbagai elemen umat, dan yang paling penting menjaga spiritualitas agar setiap gerak organisasi tetap bernilai ibadah di hadapan Allah SWT,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Persis dan Pemudi Persis memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi dakwah yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab berbagai tantangan masyarakat modern.
Menurutnya, era disrupsi menghadirkan berbagai perubahan yang sangat cepat, mulai dari perkembangan teknologi informasi, perubahan pola interaksi sosial, hingga tantangan ideologis yang membutuhkan kesiapan organisasi dalam melakukan transformasi tanpa meninggalkan prinsip Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Suasana Muscab berlangsung khidmat namun penuh semangat kekeluargaan. Para peserta mengikuti rangkaian sidang, laporan pertanggungjawaban kepengurusan, pembahasan program kerja, hingga proses pemilihan kepemimpinan baru yang akan mengemban amanah organisasi pada periode mendatang.
Melalui Muscab ke-VI Persis dan Muscab ke-II Pemudi Persis Karangtengah ini, diharapkan lahir kepemimpinan yang mampu memperkokoh jam’iyah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan berbagai program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat yang semakin maju dan bermutu.
Sebagaimana tema yang diusung, Muscab ini menjadi ikhtiar bersama untuk menjadikan Persis dan Pemudi Persis Karangtengah tetap kokoh dalam prinsip, kuat dalam persaudaraan, dan adaptif menghadapi perubahan zaman.
Editor: Redaksi Jabar 60 Detik













