GARUT, JABAR 60 DETIK — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali merefleksikan makna kemerdekaan dalam kehidupan masyarakat. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama untuk menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan kehidupan sosial yang lebih bermartabat.
Semangat tersebut menjadi pesan yang relevan dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Sucinaraja. Ketua TIM PKH Sucinaraja, M. Rahmat, S.Pd.I., M.Si, menilai bahwa semangat kemerdekaan harus diterjemahkan melalui kerja nyata dan pengabdian yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan kesejahteraan sosial bukan sekadar persoalan bantuan, melainkan proses membangun kemandirian keluarga dan membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.
“Kemerdekaan harus kita maknai sebagai kesempatan untuk terus bergerak, mengabdi, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Kesejahteraan bukan hanya tentang menerima bantuan, tetapi bagaimana keluarga mampu tumbuh, berkembang, dan secara bertahap menjadi mandiri,” ujar M. Rahmat.
Ia menambahkan, pendampingan sosial memiliki posisi penting dalam memastikan program pemerintah dapat memberikan dampak yang lebih luas. Pendamping PKH tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam proses edukasi, pendampingan, pemutakhiran data, serta penguatan kapasitas keluarga penerima manfaat.
Momentum HUT RI ke-81, lanjut M. Rahmat, juga menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia harus bertumpu pada kekuatan masyarakat. Keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan sosial memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang sehat, berpendidikan, produktif, dan memiliki daya juang.
“Kita ingin kemerdekaan menjadi energi untuk membangun. Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang kuat. Dari masyarakat yang kuat akan tumbuh Indonesia yang tangguh,” katanya.
Dalam konteks PKH, semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai aktivitas pendampingan yang mendorong keluarga penerima manfaat agar memahami hak dan kewajibannya, meningkatkan akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta mengembangkan potensi ekonomi keluarga.
M. Rahmat juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat gotong royong dan kepedulian sosial.
Menurutnya, kesejahteraan sosial merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, pendamping sosial, pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dunia pendidikan, serta masyarakat.
“Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika setiap keluarga memiliki kesempatan untuk hidup lebih baik, anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, masyarakat memperoleh akses terhadap layanan dasar, dan setiap warga memiliki kesempatan untuk berkembang,” tuturnya.
Ia berharap semangat HUT RI ke-81 dapat memperkuat etos pengabdian seluruh insan yang bergerak di bidang pelayanan sosial, khususnya para pendamping PKH di Kecamatan Sucinaraja.
Dengan semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, peringatan 81 tahun Indonesia merdeka diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi energi baru untuk memperkuat kepedulian, memperluas kebermanfaatan, dan membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Reporter: Fikri Aziz
Editor: Firah Rahmawati









