GARUT, JABAR 60 DETIK—Prestasi membanggakan diraih Siska Adellia, siswi kelas XI MA Persis 213 Darusyifa, setelah berhasil meraih Juara Harapan 1 Lomba Pidato Dakwah Digital Tahun 2026 yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut.
Lomba tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kegiatan dan penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Sabtu (8/8/2026).


Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi generasi muda dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui media dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.
Siska Adellia mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. Menurut dia, keikutsertaan dalam lomba tersebut bukan semata-mata untuk mengejar juara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar menyampaikan nilai-nilai Islam dengan baik kepada masyarakat.
“Saya bersyukur bisa mendapatkan Juara Harapan 1. Bagi saya, pengalaman ini sangat berarti karena saya belajar bagaimana menyampaikan pesan dakwah dengan lebih percaya diri dan memanfaatkan media digital secara positif,” ujar Siska.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan, khususnya dalam bidang komunikasi dan dakwah.
“Semoga ke depan saya bisa lebih baik lagi, terus belajar, dan dapat menyampaikan dakwah yang mudah dipahami serta memberikan manfaat bagi orang lain,” kata Siska.
Kepala MA Persis 213 Darusyifa, Supian, S.Pd.I, mengapresiasi prestasi yang diraih Siska. Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan bahwa peserta didik madrasah memiliki potensi yang dapat dikembangkan, termasuk dalam bidang dakwah dan komunikasi digital.
“Kami bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Siska. Ini merupakan hasil dari keberanian, kerja keras, dan proses belajar yang dilakukan. Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi yang mereka miliki,”ujar Supian.

Supian mengatakan, perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan kemampuan generasi muda dalam menggunakan media secara bijak dan produktif. Dakwah digital, kata dia, dapat menjadi salah satu sarana bagi pelajar untuk menyebarkan pesan positif dan nilai-nilai keislaman.
“Kami berharap prestasi ini tidak berhenti pada pencapaian juara, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa. Kami ingin anak-anak mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya, dan menyampaikan kebaikan,” katanya.
Menurut Supian, pihak madrasah akan terus memberikan ruang kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan akademik maupun nonakademik.
Prestasi Siska dalam Lomba Pidato Dakwah Digital MUI Kabupaten Garut sekaligus menjadi catatan positif bagi MA Persis 213 Darusyifa dalam mendorong peserta didik agar aktif, percaya diri, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan komunikasi di era digital.
Editor: Firah Rahmawati
Reporter: Abie









