Menu

Mode Gelap
Siswi MA Persis 213 Darusyifa Raih Juara Harapan 1 Lomba Pidato Dakwah Digital MUI Garut Bidang Sosial PD Persis Garut Perkuat Peran Organisasi dalam Edukasi Program Perlindungan Sosial Kepala MTs As Sulaeman Karangpawitan Gelar Rapat Awal Tahun Ajaran, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan Mamat Syahroni, S.Th.I Wakili PD Persis Garut Ikuti Capacity Building PMI Kabupaten Garut, Perkuat Sinergi Gerakan Donor Darah Sukarela PP KAMMI Soroti Perpanjangan Tenor KPR Subsidi 40 Tahun: Persoalan di Lapangan Dinilai Masih Menumpuk Refleksi 80 Tahun POLRI: Menakar Harapan Transformasi Berkelanjutan di Hari Bhayangkara

Headline

Menata Hati di Era Modern: Kelas Tasawuf Idrisiyyah Chapter 2 Resmi Digelar

badge-check


					Menata Hati di Era Modern: Kelas Tasawuf Idrisiyyah Chapter 2 Resmi Digelar Perbesar

JABAR60DETIK, Tasikmalaya — Di tengah kehidupan modern yang semakin cepat dan penuh tekanan, kebutuhan manusia terhadap ketenangan batin dan kedalaman spiritual dinilai semakin penting. Menjawab kebutuhan tersebut, Sufi Training Center (STC) Tarekat Idrisiyyah Tasikmalaya kembali menggelar Kelas Tasawuf Chapter 2 bertema “Kedalaman Ruhani: Pendalaman Makna Tarekat” yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Aula Musyahadah Pondok Pesantren Idrisiyyah.

Kegiatan yang diperuntukkan bagi kalangan ulama dan pencari ilmu ruhani ini menghadirkan Ustadz Adang Nurdin Ms Al-Idrisi sebagai pemateri utama. Acara tersebut menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan pemahaman tasawuf di tengah dinamika kehidupan modern.

Dalam keterangannya, Ustadz Adang Nurdin menyampaikan bahwa tasawuf bukan sekadar pembahasan tentang ritual spiritual, melainkan jalan untuk membersihkan hati dan membangun keseimbangan hidup.

“Di era modern ini manusia semakin dekat dengan teknologi, tetapi sering kali semakin jauh dari ketenangan hati. Tasawuf hadir untuk menata kembali ruhani manusia agar hidup lebih jernih, tenang, dan memiliki arah yang benar dalam mendekat kepada Allah,” ujarnya.

Ia menegaskan, tarekat bukanlah bentuk pelarian dari kehidupan dunia, melainkan proses pembinaan akhlak dan penyucian jiwa agar seseorang mampu menghadapi kehidupan dengan kebijaksanaan dan keteguhan iman.

“Tasawuf mengajarkan bagaimana dunia berada di tangan, bukan di hati. Ketika hati tertata, maka kehidupan sosial, dakwah, dan pengabdian kepada umat juga akan lebih berkualitas,” tambahnya.

Panitia penyelenggara dari STC Tarekat Idrisiyyah menyebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran spiritual masyarakat sekaligus memperkuat tradisi keilmuan Islam yang seimbang antara syariat, tarekat, dan hakikat.

Selain sesi materi utama, peserta juga akan mengikuti dialog interaktif dan pendalaman makna tarekat dalam konteks kehidupan kontemporer. Antusiasme peserta disebut cukup tinggi mengingat tema spiritualitas kini semakin diminati oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda muslim.

Kelas Tasawuf Chapter 2 ini juga diharapkan menjadi ruang lahirnya kesadaran baru bahwa ketenangan hidup tidak hanya dibangun melalui pencapaian materi, tetapi juga melalui kebersihan hati dan kedekatan kepada Sang Pencipta.

 

Reporter : Firah Rahmawati

Editor : Abie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Langkah Nyata Pendamping PKH Sucinaraja: Agus Ramdan Gelar Asesmen PPSE untuk Wujudkan Kemandirian KPM

25 Juni 2026 - 13:13 WIB

Mengokohkan Jam’iyah di Era Disrupsi, Persis dan Pemudi Karangtengah Gelar Muscab Bersama

14 Juni 2026 - 06:42 WIB

Sekjen Forsatu Nusantara Apresiasi Penetapan Ustadz Hilman: Sosok Tepat untuk Menguatkan Khidmat Sosial PERSIS Garut

4 Juni 2026 - 03:50 WIB

HUT ke-61 Lemhannas RI, Alumni PPNK 2024 Serukan Transformasi Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

20 Mei 2026 - 03:03 WIB

Harkitnas ke-118, Ketua TIM PKH Sucinaraja Dorong Semangat Graduasi dan Kemandirian Sosial

19 Mei 2026 - 16:45 WIB

Trending di Headline