Menu

Mode Gelap
Jawab Tantangan Zaman, PPI 213 Darusyifa Sukawening Perkuat Transformasi Pendidikan Perkuat Khidmat Keumatan, Pengurus Cabang PUI Sukawening Resmi Bergabung dalam Kepengurusan MUI Sukawening Masa Khidmat 2026–2031 Dian Eldo Nugraha Pendamping PKH Sucinaraja Tuntaskan Latsarmil TNI Komponen Cadangan ASN 2026 Sekjen Forsatu Nusantara Apresiasi Penetapan Ustadz Hilman: Sosok Tepat untuk Menguatkan Khidmat Sosial PERSIS Garut Tokoh Muda Penggerak Sosial, Ustadz Hilman Resmi Diberi Amanah di Bidang Sosial PD PERSIS Garut PC PERSIS Sucinaraja Berganti Nahkoda, Iwan Kurniawan Emban Amanah Masa Jihad 2026–2030

Pendidikan

Jawab Tantangan Zaman, PPI 213 Darusyifa Sukawening Perkuat Transformasi Pendidikan

badge-check


					Jawab Tantangan Zaman, PPI 213 Darusyifa Sukawening Perkuat Transformasi Pendidikan Perbesar

Garut, Jabar 60 Detik– Pesantren Persatuan Islam (PPI) 213 Darusyifa Sukawening terus memperkuat transformasi pendidikan sebagai respons terhadap berbagai tantangan di era digital. Komitmen tersebut ditandai dengan sosialisasi dan penguatan implementasi Kurikulum Baru Persis yang mengusung tiga karakter utama, yaitu beradab, berpikir kritis, dan berdakwah, sebagai fondasi dalam mencetak generasi muslim yang unggul dalam ilmu, akhlak, serta kepemimpinan.

Kegiatan yang diikuti oleh para Asatidz dan tenaga kependidikan itu menjadi momentum untuk menyamakan visi dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Mudir MTs PPI 213 Darusyifa, Iwan Kurniawan, menilai bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat akibat perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu masif. Karena itu, lembaga pendidikan harus mampu membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir yang lebih mendalam dan terarah.

“Kurikulum Baru Persis memberikan ruang yang lebih kuat bagi pengembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Anak-anak tidak cukup hanya menerima informasi, tetapi harus mampu menganalisis, memahami, dan mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai Islam yang benar,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan yang berkualitas harus mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia sekaligus memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Senada dengan itu, Mudir Muallimin PPI 213 Darusyifa, Supian, menegaskan bahwa penguatan aspek dakwah menjadi salah satu ciri khas yang terus dipertahankan dalam sistem pendidikan Persis.

“Peserta didik harus dipersiapkan menjadi kader umat yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara baik, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai Islam dengan hikmah dan keteladanan. Karena itu, semangat berdakwah harus menjadi bagian dari karakter yang tumbuh dalam setiap proses pendidikan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *