Ia menambahkan bahwa Kurikulum Baru Persis dirancang untuk mengintegrasikan penguasaan ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern secara seimbang sehingga mampu melahirkan lulusan yang siap menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Sementara itu, Mudirul Am PPI 213 Darusyifa, Dr. dr. H. Asep Sugiri MARS, menekankan pentingnya pembangunan kompetensi sebagai kunci utama menghadapi persaingan global.

Menurutnya, pendidikan masa kini tidak cukup hanya membentuk karakter yang baik, tetapi juga harus menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi unggul sesuai kebutuhan zaman.
“Karakter adalah fondasi, tetapi kompetensi adalah instrumen yang akan mengantarkan peserta didik mampu berkontribusi di tengah masyarakat. Karena itu, Kurikulum Baru Persis hadir untuk memastikan peserta didik memiliki akhlak yang kuat, wawasan yang luas, keterampilan yang relevan, serta kemampuan kepemimpinan yang dibutuhkan pada era digital,” tegasnya.

Dr. Asep Sugiri menambahkan bahwa transformasi pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pola pembelajaran, peningkatan kualitas guru, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan budaya literasi dan riset di lingkungan pesantren.
“Kami ingin melahirkan generasi muslim yang tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga kompeten, produktif, inovatif, dan mampu menjadi pemimpin di berbagai bidang kehidupan. Itulah esensi pendidikan yang ingin diwujudkan melalui Kurikulum Baru Persis,” tambahnya.
Melalui penguatan implementasi Kurikulum Baru Persis, PPI 213 Darusyifa optimistis dapat menghadirkan model pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Transformasi pendidikan yang tengah dijalankan di lingkungan PPI 213 Darusyifa diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan generasi masa depan yang beradab, berpikir kritis, berdakwah, dan memiliki kompetensi unggul, sehingga mampu menjawab tantangan era digital dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan peradaban.
Penulis. : Abie Ikhwan
Editor. : Firah Rahmawati












