Garut, Jabar 60 Detik – Upaya memastikan keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat terus dilakukan melalui kegiatan Verifikasi Komitmen Pendidikan Program Keluarga Harapan (PKH) di SDN 1 dan SDN 3 Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan peserta didik dari keluarga penerima manfaat PKH tetap memenuhi kewajiban pendidikan, terutama terkait kehadiran dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran di sekolah.

Pendamping Sosial PKH Desa Linggamukti, M. Rahmat, S.Pd.I., M.Si, mengatakan bahwa verifikasi komitmen pendidikan bukan sekadar proses administrasi, melainkan bentuk pengawasan dan pendampingan agar anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan secara optimal.
“Verifikasi komitmen pendidikan merupakan instrumen penting untuk memastikan anak-anak dari keluarga penerima manfaat PKH tetap bersekolah dan memperoleh layanan pendidikan yang layak. Kami ingin memastikan bahwa bantuan sosial yang diberikan pemerintah benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan,” ujarnya.

Menurut Rahmat, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan anak dan keluarganya. Karena itu, sinergi antara sekolah, keluarga, dan pendamping sosial menjadi kunci keberhasilan program.
“PKH tidak hanya berbicara tentang bantuan sosial, tetapi juga tentang perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup keluarga. Salah satunya melalui komitmen untuk memastikan anak-anak hadir di sekolah dan mengikuti proses belajar dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SDN 1 dan 3 Linggamukti, Lilis Sri Mulyati, S.Ag, menyambut baik pelaksanaan verifikasi komitmen pendidikan yang dilakukan secara berkala tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membantu sekolah dalam memantau perkembangan peserta didik sekaligus memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan program perlindungan sosial pemerintah.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara pihak sekolah dan Pendamping Sosial PKH. Melalui verifikasi ini, kami dapat bersama-sama memastikan bahwa seluruh peserta didik, khususnya yang berasal dari keluarga penerima manfaat PKH, tetap mendapatkan akses pendidikan yang berkelanjutan dan berkualitas,” ungkap Lilis.
Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Pelaksanaan verifikasi komitmen pendidikan di SDN 1 Dan 3 Linggamukti diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan putus sekolah serta meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak. Dengan kolaborasi yang terus terjalin, program PKH diharapkan semakin mampu mendorong terwujudnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Pendidikan hari ini adalah fondasi kemajuan bangsa di masa depan. Karena itu, memastikan setiap anak tetap berada di bangku sekolah merupakan investasi terbaik bagi Indonesia,” tutup Rahmat.
Penulis : Abie
Editor : Firah Rahmawati









